Belajar Cisco - Studi Kasus EIGRP Dengan 2 Router

Download
Belajar Cisco - Studi Kasus EIGRP Dengan 2 Router

Belajar Cisco Packet Tracer untuk Studi Kasus EIGRP dengan 2 Router - EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah Cisco proprietary routing protocol loosely berdasarkan asli IGRP. EIGRP merupakan lanjutan jarak-vector routing protocol, dengan optimasi untuk meminimalkan kedua rute ketidakstabilan yang timbul setelah perubahan topologi, serta penggunaan bandwidth dan proses power dalam router. [Sumber : www.wikipedia.com]

Belajar cisco kali ini intinya adalah, ketika kita membuat sebuah jaringan kelas yang berbeda atau subnet yang berbeda, akan sangat jelas bahwa kita membutuhkan sebuah router, pada kasus-kasus dan pembahasan sebelumnya, kita sudah mencoba menghubungkan kelas-kelas dan subnet-subnet yang berbeda dengan menggunakan router, tetapi hanya 1 router, nah, bagaimana jika kita menggunakan 2 router. Lengkapi Materi Pembelajaran Jaringan Anda dengan Tutorial Cisco Packet Tracer 25 File Word Lengkap Terbaru 2016.

Perhatikan gambar berikut ini :
Gambar 1 : Design Jaringan EIGRP

Tutorial cisco packet tracer kali ini intinya adalah, EIGRP berfungsi untuk menghubungkan router 1 dengan router yang lain dengan cara mengenalkan network-network pada setiap interface yang berada pada router itu sendiri…ya, kurang lebihnya kayak pengaturan gateway pada setiap PC gitu….pembahasan network ini sendiri yang sedikit rumit, disini langsung saja saya pilihkan contoh kasus yang mudah, sedangkan untuk network, akan saya coba membahasnya pada artikel selanjutnya, intinya alamat network itu tidak bias dipakai pada jaringan sama halnya seperti broadcast…

Langkah-langkah Membuat Jaringan Router dg EIGRP :

Langkah Pertama : 
  • Atur ip address PC01 menjadi 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.3
  • Atur ip address PC02 menjadi 172.10.10.10 dengan subnet mask 255.255.0.0 gateway 172.10.10.20
  • Klik 2x router dan atur setiap interfacenya dengan masuk pada tab CLI…
  • Misal pada router 0 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable --> ‘mengaktifkan router’
d. Router#configure terminal --> ‘configurasi router’
e. Router(config)#interface fa 0/0 --> ‘mengaktifkan ethernet 0/0’ – sesuaikan dengan pengaturan awal 0/0 atau 0/1’
f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
g. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
h. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/0’
i. Router(config)#interface fa 0/1 --> ‘mengaktifkan Ethernet 0/1’
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.252 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
k. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
l. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/1’
m. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
n. Router#write --> ‘menyimpan perintah-perintah sebelumnya agar router dapat berjalan normal’

Langkah Kedua : 

  •  Lakukan hal yang sama pada router 1 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable
d. Router#configure terminal
e. Router(config)#interface fa 0/0
f. Router(config-if)#ip address 172.10.10.20 255.255.0.0
g. Router(config-if)#no shutdown
h. Router(config-if)#exit
i. Router(config)#interface fa 0/1
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.2 255.255.255.252
k. Router(config-if)#no shutdown
l. Router(config-if)#exit
m. Router(config)#exit
n. Router#write

Langkah Ketiga :
  • Oke, pengaturan ip addres pada setiap router sudah dilakukan, namun, hal ini tidak serta merta PC01 dan PC02 langsung terhubung, coba aja diping, pasti RTO alias ‘Request Time Out’

Gambar 2 : Nah, kan RTO…

Langkah Keempat :
  • Selanjutnya adalah setting EIGRP…
  • Pada router 0
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable --> ‘mengaktifkan router kembali’
c. Router#configure terminal --> ‘masuk pada konfigurasi router’
d. Router(config)#router eigrp 10 --> ‘masuk pada pengaturan router eigrp 10’
e. Router(config-router)#network 192.168.1.0 --> ‘atur network gateway atau fa 0/0’
f. Router(config-router)#network 192.168.0.0 --> ‘atur network fa 0/1’
g. Router(config-router)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router eigrp’
h. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
i. Router#write --> ‘lakukan penyimpanan’

Langkah Kelima :
  • Lanjut pada router 1
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable
c. Router#configure terminal
d. Router(config)#router eigrp 10
e. Router(config-router)#network 172.10.0.0
f. Router(config-router)#network 192.168.0.0
g. Router(config-router)#exit
h. Router(config)#exit
i. Router#write
arie

Langkah Keenam :
  • Kalo sudah, sekarang coba kita ping dari pc01 ke pc02…langsung aja ya…

Gambar 3 : nah, kan, sudah reply…alhamdulillah…

Langkah Ketujuh : 
  • Oke guys, semoga bermanfaat ya…selanjutnya coba studi kasus lagi…buatkan saya design seperti ini…

Gambar 4 : Latihan Soal Cisco Packet Tracer dan Studi Kasus Cisco Packet Tracer

Pengertian Gateway - Pada pembahasan di atas sudah banyak disinggung tentang gateway. Nah, apa itu gateway. Dari pengalaman yang saya alami sendiri. Gateway merupakan pintu gerbang untuk sebuah komputer untuk keluar dari jaringan itu. Secara sederhana saya sebutkan bahwa gateway merupakan ip address router yang menghubungukan kita ke Internet. Pada jaringan speedy, biasanya gateway kita isi dengan angka 192.168.1.1 atau 192.168.1.254. Ini dengan settingan ip static ya. Untuk ip dinamic ya gak perlu setting-setting. Untuk mengamankan komputer anda dari gangguan virus. Kunjungi artikel saya yang ini ya Avira Free Antivirus 2016 v15.0.15.125 Terbaru.

Contoh Soal EIGRP Packet Tracer -  Saya pribadi lebih suka menggunakan IP Route lho. Tetapi untuk media pembelajaran, eigrp tetep temen-temen harus pahami terlebih dahulu. Ya hitung-hitung menambah wawasan dan mencoba memahami apa sih perbedaan antara EIGRP dan IP Route. Untuk router mikrotik misalnya, hal yang sama digunakan untuk menghubungkan jaringan dengan dunia luar adalah dengan cara klik IP - Routes. Begitu. Kunjugi juga Tutorial Cara Setting 1 Router di Cisco Packet Tracer.
Download
Belajar Cisco - Studi Kasus EIGRP Dengan 2 Router

15 Responses to "Belajar Cisco - Studi Kasus EIGRP Dengan 2 Router"

  1. gan "router eigrp 10" kenapa harus "10"...arti "10" itu apaan gan?

    ReplyDelete
  2. oh ya gan, intinya EIGRP 10 itu kenapa 10 saya kurang paham, bisa jadi itu gerbangnya untuk memakai fasilitas EIGRP, kata dosen saya sih, EIGRP itu bawaan dari cisco, jadi misal kita pakai simulasi selain cisco, EIGRP 10 ini tidak bisa digunakan, itu kenapa kita menggantinya dengan menggunakan IPROUTE, mungkin sedikit membantu...sudah saya buatkan artikelnya...

    ne linknya...

    http://www.phc.web.id/2010/11/studi-kasus-ip-route.html

    tutorial lengkap bisa didownload di...

    http://www.ziddu.com/download/12803580/_TutorialPacketTracer5.3www.phc.web.id.zip.html

    semoga membantu gan, maaf kalo g memuaskan...

    ReplyDelete
  3. mksh atas tutornya dengan ini saya bs bljr ttg cisco tp saya cm mo ngsih tau untuk langkah no. route 1.ky nya itu kblik antara ip fa0/0 dgn ip fa0/1.soalnya pas saya ping blm bs tp slth sya gnti bru bs.

    ReplyDelete
    Replies
    1. script nya yang mana yang kebalik bang. kurang faham saya

      Delete
  4. mas mundofar - ohya mas, bisa jadi salah pasang di interface router aja pas pasang kabelnya, oke, bisa diperbaiki,,,waktu buat artikelnya emang ngebut, jadi gak perhatian,,,sip,,,selamat belajar...selengkapnya bisa didownload semua materinya...

    ReplyDelete
  5. maaf gan,, saya coba menambahkan,, itu angka 10 menunjukkan Autonomous System Numbernya gan,,,

    jadi dipake buat nentuin identitas ASnya

    ReplyDelete
  6. Anonim - wah, thank you ne tambahannya dan sharingnya,,,tetap semangat belajar...

    ReplyDelete
  7. betul, 10 adalah AN (autonomous number). setau saya kalo jaringan lokal bisa pakai nomor berapa saja asal sama antar router yg terkoneksi.
    prinsipnya seperti IP addressing, kalo lokal bisa pakai kelas berapa saja, tapi kalo sudah keluar tidak bisa karena ada aturan lain.
    smoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  8. e. Router(config-router)#network 192.168.1.0 --> ‘atur network gateway atau fa 0/0’
    f. Router(config-router)#network 192.168.0.0 --> ‘atur network fa 0/1’

    e. Router(config-router)#network 172.10.0.0
    f. Router(config-router)#network 192.168.0.0
    gan knp ip nya itu gan?apa harus selalu pake ip itu? cara mengetahui ip buat eigrp nya gimana gan. tolong penjelasannya agan agan,saya msh awam.trims

    ReplyDelete
  9. terima kasih gan, sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  10. itu saya coba study kasus Gambar 4 tapi ada gambar email doubel di setiap router nya lalu saya coba ping ke client ada gambar email hijau mengirim tapi lama sudah saya tungg 20 mnit itu kneapa ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sudah lama gak menggunakan eigrp, lebih baik mencoba 'ip route' saja ya.

      Delete
  11. apakah Ip addresa router1 ke router 2 harus berbeda?
    kalo Ip address-nya sama router 1 ke router 2 apa yang akan terjadi?
    tolong infonya yg cepatnya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gan harus berbeda, kalau sama gak bisa, atau nanti conflict gitu, ini yang dimaksud dengan point to point pada ip router

      Delete

Luangkan sedikit waktu Anda untuk berkomentar. Komentar Anda sangat bermanfaat demi kemajuan PHC http://phc.web.id